Selasa, 29 April 2014

Resensi Habibie & Ainun

Judul               :  Habibie &  Ainun
Produser         :  Hanung Bramantyo
Sutradara        :  Faozan Rizal
Pemain            : ·  Habibie (Reza Rahardian)
                         ·  Ainun (Bunga Citra Lestari)
                         ·  Ibu Habibie (Ratna Riantiarno)
                         ·   Ayah Habibie
                          ·   Fanny Habibie
                          ·  Arlies (Vitta Mariana)
                          ·  Ilham Akbar Habibie (Mike Luccock)
                          ·   Hanung Bramantyo memerankan tokoh antagonis
                          ·    H.M. Soeharto (Tio Pakusadewo)

TEMA :
Tema yang diangkat dalam film ini adalah kehidupan Habibie dan Ainun. Film ini menceritakan kisah hidup Habibie mulai dari Habibie sekolah hingga pertemuanya dengan Ainun, dan pada akhirnya menikah dengan Ainun. Film ini menceitakan kesetiaan dari Ainun yang selalu mendampingi Habibie saat Habibie berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya, begitu pula sebaliknya dengan Habibie yang selalu setia dan menjaga Ainun.

LATAR :
          Latar yang mendominasi dalam film ini yaitu di rumah orang tua Ainun, di Jerman, di Munich(Jerman), dan di Jakarta.
PENOKOHAN/ PERWATAKAN :
                Habibie                 : pandai, setia, bijaksana, baik, tekun, pekerja keras dan ulet
                Ainun                    : pandai, baik, setia, lemah dan sangat menyayangi Habibie
                Ayah Habibie        : bijaksana, baik dan sangat memahami anaknya
                Ibu Habibie           : baik, bijaksana dan sangat memahami anaknya
                Hanung                 : licik, jahat, pemaksa, pengancam   

Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kamu menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kekuasaan saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
Kesimpilan
Menurut  saya kisah Habibi dan Ainun ini sangat menarik , berawal ketika masih sekolah Habibie dan Ainun ketika itu satu sekolahan setelah lulus sekolah mereka berdua berpisah Habibiie akan ke German untuk melanjutkan sekolahnya ssedangkan Ainun tetap di Indonesia.
Akhirnya setelah beberapa tahun Habibie pun kembali Ke Indonesia karena penyakit  Tubercolosis  yang dideritanya, dari situlah cerita cinta Habibie dan Ainun berlanjut  Ainun yang telah berubah menjadi gadis muda nan cantik pun, membuat Habibie jatuh hati. Karena kecantikannya banyak pria yang menaruh hati padanya. Dan kebanyakan pria yang menyukainya adalah pria yang berpangkat dan kaya, tapi Habibie sama sekali tidak minder. Dengan santainya ia datang ke rumah Ainun dengan menggunakan becak sedangkan para ‘pesaingnya’ itu kebanyakan bermobil.
Hebatnya, Ainun sendiri tidak silau dengan itu semua, ia lebih memilih Habibie dan hidup bersama dengannya. Setelah menikah, mereka pergi ke Jerman. Disana Habibie menyelesaikan studi S3-nya dan berharap bisa kembali ke Indonesia untuk bisa membuat sebuah pesawat anak bangsa seperti janji yang pernah diucapkan olehnya ketika sakit.
Di Negri Orang di Puji Di Negri sendiri Dicaci mungkin itulah kalimat yang pantas buat Habibe saat itu karena dia bisa membuat kereta api di German tetapi ketika Habibie ingin berkerja di Indonesia Habibie ditolak, otomatis Habibie pun Kecewa tetapi  Ainun memberi suatu Motivasi Semangat kepada Habibie, sehingga Habibie pun bersemangat lagi ia tetap bekerja di suatu Industri Kereta api di German.
Sampai akhirnya, Habibie memiliki kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpinya. Ia di beri kesempatan untuk membuat pesawat terbang dinegerinya sendiri. Setelah menjadi wakil dirut IPTN, kemudian ia diangkat menjadi menteri, kemudian menjadi wakil presiden dan akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto yang lengser dari jabatannya.
Menjadi Presiden emang memiliki suatu Tanggung  jawab yang besar sehingga Habibie pun sering begadang untuk bekerja buat Negara dan Rakyat Indonesia. Ainun pun memarahi Habibie “Kamu itu bukan superman” itu lah kata yang saya ingat ketika Ainun memarahi Habibie.
Masalah demi masalah mucul ketika Habibie menjadi Presiden Indonesia ketika itu terjadi  “Tragedi Trisakti dan masih banyak masalah yang harus di selesaikan oleh Habibie.
Masa  Jabatan Habibie pun telah usai ia menolak mencalonkan diri lagi sebagai Presiden, lalu setelah masa  jabatannya selesai  Habibie pun memiliki banyak waktu untuk keluarganya , Habibie dan Ainun pun Akhirnya berbulan madu kembali ke German.
Setelah pulang  tak lama penyakit  Ainun yang disembunykanya  dari  Habibie terkuak, Habibie pun langsung menyiapkan segala sesuatu untuk pemberangkatan Ainun ke German untuk di rawat di rumah sakit , berhari-hari Habibie menjaga Ainun di Rumah sakit akhirnya Ainun 

  Kelebihannya
HABIBIE & AINUN mengisahkan perjalanan pak Habibie ketika dirinya masih kecil hingga bertemu dengan cinta sejatinya, mendiang ibu Hasri Ainun. Selain perjalanan cinta mereka, kita juga akan dihadapkan pada intrik politik dan cikal bakal mimpi dari pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar